salju

Rabu, 14 Desember 2016

laporan penelitian home industri



Ikan asin (gereh goring krispi)
Laporan penelitian

Disusun Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Enterpreneurship
                                             Dosen Pengampu: Ibu Siti Aesijah, S.Psi, M.Ps


Disusun Oleh:

                                        Ainurrika Nadhifa                               (1501046033)



PENGEMBANGAN MASYARAKAT ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI
UNIVERSITAS NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2016


BAB    I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi masyarakat ,mudah di dapat, dan harganya murah. Namun ikan cepat mengalami proses kemunduran mutu dan pembusukan,.Vdimana hal ini terjadi setelah ikan ditangkap. Oleh sebab itu pengawetan ikan dilakukan bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam tubuh ikan.
VIkan laut adalah spesies ikan yang hidup di dalam air laut .berbeda dengan spesies ikan yang hidup di air tawar, yang menghendaki lingkungan hidup dengan kadar air garam yang lebih rendah dari pada kadar garam dalam cairan tubuhnya. Ikan laut dapat menyesuaikan diri terhadap lingkunganya, yang memiliki kadar garam yang lebih tinggi dibadingkan dengan kadar garam dalam cairan tubuhnya.
Ikan asin dapat diolah berbagai macam olahan masakan. Salah satunya yaitu diolah sebagai ikan asin krispy.
innnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnknnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnwnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
ikn
B.     Tujuan
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui cara/ proses pengolahan ikan asin menjadi makanan pelengkap maupun makanan cemilan.
C.     Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi mengenai cara/ proses pengolahan ikan asin sebagai aneka makanan. Selain itu hasil penelitian diharapkan dapat juga bermanfaat bagi peneliti – peneliti selanjutnya.



BAB    II
METODE PENGUMPULAN DATA
A.    Observasi
Observasi merupakan teknik pengumpulan data, dimana peneliti melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2004 : 104).
Pengamatan atau observasi adalah aktivitas yang dilakukan untuk suatu proses atau objek dengan maksud merasakan dan kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Di dalam penelitian, observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara.
Cara observasi yang paling efektif adalah melengkapinya dengan pedoman observasi/pedoman pengamatan seperti format atau blangko pengamatan. Format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi.
 Dalam hal ini peneliti mengunakan teknik pengumpulan data yang tidak hanya wawancara dan angket. Namun juga merekam berbagai situasi yang terjadi. Dalam observasi ini juga ,peneliti secara langsung terlibat dalam kegiatan usaha tersebut yang diamati sebagai sumber data.
Alat yang digunakan dalam teknik observasi ini antara lain: buku catatan ,alat tulis, kamera photo,dll.
B.     Wawancara
Teknik pengumpulan data selain dengan observasi yaitu dengan melakukan wawancara langsung dengan pemilik usaha kecil (narasumber ) yaitu ibu siti mahmudah. Wawancara merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap survey. Tanpa wawancara, peneliti akan kehilangan informasi yang hanya dapat diperoleh dengan jalan bertanya langsung kepada responden
Wawancara (bahasa Inggris: interview) merupakan percakapan antara dua orang atau lebih dan berlangsung antara narasumber dan pewawancara. Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi yang tepat dari narasumber yang terpercaya. Wawancara dilakukan dengan cara penyampaian sejumlah pertanyaan dari pewawancara kepada narasumber.
Dalam hal ini peneliti mengunakan teknik wawancara tak terstruktur, hal-hal yang akan ditanyakan belum ditetapkan secara rinci. Rincian dari topik pertanyaan pada wawancara yang tak terstruktur disesuaikan dengan pelaksanaan wawancara di lapangan. Pedoman wawancara yang digunakan hanya garis- garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
Peneliti melakukan wawancara secara langsung tatap muka( face to face) dengan narasumber. Di rumah narasumber Dsn gedangan rt08/ rw06 Kec. Boja Kab.kendal  pada hari minggu, 6 november 2016. Pukul 10;00Am
C.       Dokumen
Dokumen yang didapatkan yaitu seperti data-data tertulis tentang apa yang didapat dari narasumber. Dalam hal ini peneliti menulis hal-hal penting dari pemaparan narasumber. Selain itu juga berupa dokumentasi-dokumentasi di lokasi tersebut.dokumentasi sebagaimana terlampir.
D.    Kegiatan yang dilakukan
Melakukan penelitian home industri rumahan dengan mengunjungi langsung ke rumah pemilik usaha ikan asin goreng krispy di Dsn. Gedangan rt.08 / rw.06 Kec. Boja Kab. Kendal. Pada hari minggu tanggal 6 november 2016 pukul 10;00 Am sampai selesai. Melakukan penelitian hanya satu kali kunjungan.

BAB    III
HASIL PENELITIAN / PENGAMATAN
A.    Profil usaha
Nama Usaha
:
Ikan
Alamat
:
Dsn. Gedangan rt 08/ rw 06 Kec. Boja Kab. Kendal
No. Telpon
:
081229736662
Email
:
-
Jenis Usaha
:
Makanan ringan
Bentuk Usaha
:
Home industri
No. Ijin Usaha
:
-
-          No. SIUP
:
-
-          No. TDP
:
-
NPWP
:
-
Nama Pemilik
:
Ibu siti Mahmudah
Omzet Per Bulan
:
Rp 157.500
Omzet Per Tahun
:
Rp 1.890.000
Jumlah Karyawan
:
-
Upah Minimum Karyawan
:
-


Catatan:
1.      Kelemahan (permasalahan)
·         Pemasaranya kurang luas
·         Belum mempunyai label sendiri
·         Belum memperkerjakan karyawan
·         Bembukuan manajemen uang belum teratur
2.      Kelebihan (kekuatan)
·         Minim saingan usaha yang sama
·         Hari- hari tertentu stoknya meningkat
·         Prosesnya tidak begitu rumit
·         Harganya yang sangat terjangkau


B.     Sejarah Berdirinya 
Pada tahun 2012 ibu siti mahmudah memulai usaha kecil dirumah yaitu berdagang sembako di depan rumah. Karena persaingan perdagangan di kampung, ibu siti mahmudah akhirnya beralih usaha yaitu dengan menganti jualan sembako dengan berjualan makanan dan aneka es
      Lambat laun usaha kecil ibu siti mahmudah berhenti. Beliau  berpindah rumah dengan orang tuanya karena suaminya yang sedang merantau dan mempunyai putri yang masih kecil. Setelah sekitar dua tahun berhenti usaha tersebut. pada tahun 2014 ibu siti mahmudah kembali kerumah asalnya dan memulai dengan usaha kecil lagi, yaitu dengan usaha membuat ikan asin goreng krispy ( gereh goreng). dengan alasan untuk mengisi waktu luang dirumah dan karena faktor kebutuhan juga.
      Ibu siti mahmudah menekuni usaha tersebut hingga sampai sekarang.tak jarang juga ibu mahmudah mendapatkan pesanan dalam jumlah besar khususnya pada bulan- bulan tertentu ( seperti bulan as-syura). Karena pada bulan- bulan tersebut banyak acara selametan dengan ciri khas nasi ambeng .dan pelengkap dari nasi ambeng yaitu ikan asin goreng. Sehari- hari ibu siti mahmudah memproduksi ikan asin goreng tersebut dan dipasarkan pada pelanggan tetap di pasar Boja.
 Selain memproduksi ikan asin goreng krispy tersebut , ibu siti mahmudah biasanya juga memproduksi makanan ringan seperti kripik krecek, kripik tumpi, kripik bayam, dan kue- kue lebaran. Tetapi memproduksi tersebut pada bulan- bulan tertentu ( ramadhan- lebaran ). Apabila ibu siti mahmudah mendapatkan pesanan tersebut bukan pada bulan- bulan tadi, ibu siti mahmudah tetap memenuhi pesanannya.

C.     Deskripsi
Ikan asin goreng krispy  adalah salah satu olahan makanan dari ikan asin. yang digoreng mengunakan tepung dan campuran bumbu- bumbu. Berikut adalah pemabaran bahan- bahan dan cara membuat ikan asin krispy.
Ø  Bahan yang digunakan sebagai berikut:
1)          Tepung beras
2)          Garam
3)          Air
4)          Kencur
5)          Bawang putih
6)          Penyedap rasa
7)          Ikan asin
8)          Minyak goreng
9)          ketumbar
Ø  Cara membuatnya:
1)      Siapkan bumbu yang terdiri dari ( tumbukan bawang putih, garam, kencur, penyedap rasa, ketumbar)
2)      Siapkan tepung beras lalu di campur dengan bumbu tersebut dan diberi air.
3)      Diaduk sampai tekstur benar- benar sudah pas,
4)      Diapkan minyak panas ,dan ikan asinnya
5)      Kemudian digoreng setengah matang dahulu,
6)      Lalu digoreng lagi dengan minyak yang panas.
7)      Ditiriskan
8)      Kemudian yang terakhir dikemas
Ibu siti mahmudah mengolah sendiri tanpa bantuan mesin ( mixser atau sejenisnya) akan tetapi masih mengunakan cara manual dengan mengunakan sendok dan tangan. Cara pengorenganya juga dilakukan secara dua kali agar supaya hasil yang didapatkan menjadi enak dan renyah. Biasanya dalam sehari ibu siti mahmudah mengolah sekitar 2-3 kg. Dan mampu menghasilkan 35 per bungkus besar.

D.    Perkembangan

Home industi rumahan milik ibu siti mahmudah awalnya hanya membuat ikan asin goreng krispy dalam jumlah yang sedikit. Hanya memproduksi 20 bungkus besar per- harinya. Namun lambat laun sekarang meningkat karena persaingan usaha tersebut sangat minim didaerah boja. Dan ditambah pesanan- pesanan yang kerap ada. Meskipun bukan setiap hari. Biasanya ibu siti mahmudah memproduksi ikan asin goreng krispy nya mencapai 50 bungku besar apabila banyak pesanan dan stabilnya setiap hari nya sekarang menjadi 35 bungkus besar.
Selain itu pada bulan tertentu khususnya pada bulan lebaran ibu mahmudah banyak mendapatkan pesanan kripik- kripik dari saudara, tetangga- tetangganya maupun temanny. Hal ini menjadikan salah satu omset tambahan penghasilan yang sangat meningkat dengan pesat.
E.     Produk
Ikan asin goreng krispy adalah salah satu makanan pelengkap penganti kerupuk, selain itu juga pelengkap makanan tradisional yaitu urab/ kluban yang terdiri dari aneka macam sayuran dan sambal dari kelapa. Rasanya yang begitu khas yaitu gurih dan asin. ikan asin tidak hanya dapat diolah seperti diatas, akan tetapi ikan asin tersebut dapat dimasak beraneka ragam masakan.
Pada usaha rumahan ibu siti mahmudah ini belum mempunyai nama produk yang resmi karena dalam pemasaranya belum menggunakan label. Dan nama usahanya sering disebut dengan “ gereh goreng” atau ikan asin goreng krispy.
Harganya pun masih relatif murah per bungkusnya hanya 500 rupiah, tetapi ibu sitimahmudah menjual dalam kemasan yang besar bukan eceran. Harga bungkus nya Rp.4500 rupiah yang isinya sebanyak 10 bungkus kecil. Ibu siti mahmudah membeli bahan sendiri dan mengolnya sendiri
Dokumentasi produk ikan asin goreng krispy sebagaimana terlampir.

F.      Manajemen
1)      Manajemen Operasional
Usaha rumahan milik ibu siti mahmudah tidak terorganisasi karena, semua yang mengolah dan yang mengelola beliau sendiri.
2)      Manajemen Keuangan
Dalam hal ini usaha rumahan milik ibu mahmudah tidak memiki teknik pembukuan , karena semua yang mengelolah uang dan yang memenejemen uang juga beliau sendiri. 
3)      Manajemen pemasaran
Target pertama yang dilakukan yaitu pada segmen pasar. Ibu siti mahmudah awalnya hanya menitipkan ikan asin goreng krispy pada pedakang krupuk. Sekang menjadi penyetor tetap. Selain itu targetnya pada tetangga- tetangga sekitar.
4)      Pelayanan
·         Dititipkan pada toko- toko sekitar ( aneka kripik)
·         Langsung ke konsumen bila ada pesanan
·         Dijual di pasar ( pelangan tetap)

Lampiran- lampiran:
4


BAB    IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah diamati dapat disimpulkan bahwa ikan asin itu juga dapat bernilai tinggi, dengan cara diolah berbagai aneka maskan. Ikan asin goreng krispy salah satunya, sebagai makanan pelengkap sekaligus penganti krupuk. Ikan asin goreng krispy sangat mudah cara membuatnya. Bahan- bahanyapun mudah untuk didapatkan.ikan asin goreng krispy juga mudah didapatkan dipasar maupun diwarung- warung biasanya. Harganyapun relatif murah dengan kwalitas yang renyah dan gurih.
B.     Saran
Untuk memajukan usaha kecil ikan asin goreng krispy sebaiknya diberi label atau nama produksi untuk membedakan dengan produksi lainya dan juga untuk menunjang ketertarikan konsumen. Selain itu produksi aneka macam kripik sebaiknya diproduksi bukan hanya bulan –bulan tertentu saja , akan tetapi diproduksi setiap hari. Dengan membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain, yaitu mencari bantuan kariyawan untuk membantu proses produksinya.
Dalam hal pemasaranya sebaiknya selain hanya dititipkan di warung- warung dan pasar sebaiknya dengan media online jg dapat menarik pelangan diberbagai daerah bukan hanya didaerah sekitar saja.




                                         







Tidak ada komentar:

Posting Komentar